Penyuluhan Terintegrasi KUA dan Puskesmas Kecamatan Mande
Langkah Konkret Cegah Pernikahan Dini

Gambar : Penyuluhan Terintegrasi KUA dan Puskesmas Mande
Dalam upaya mencetak generasi muda yang sehat, matang, dan berdaya saing, SMK Dzakiyyun baru saja menggelar kegiatan penyuluhan terintegrasi bertema pencegahan pernikahan di usia remaja. Acara yang diselenggarakan hari ini menghadirkan narasumber ahli dari Kantor Urusan Agama (KUA) serta Puskesmas Kecamatan Mande, dan diikuti dengan antusias oleh seluruh siswa-siswi.
Kolaborasi lintas sektoral ini menjadi wujud nyata kepedulian bersama terhadap masa depan remaja. Melalui pendekatan holistik, pihak sekolah bersama instansi pemerintah berfokus memberikan pemahaman komprehensif mengenai dampak negatif pernikahan dini, baik dari sudut pandang kesehatan reproduksi maupun kesiapan mental dan hukum.
Sinergi Kesehatan dan Regulasi untuk Remaja
Kegiatan dibuka langsung oleh pihak manajemen sekolah yang menegaskan pentingnya edukasi preventif bagi siswa tingkat SMK. Di usia remaja, fokus utama siswa seharusnya diarahkan pada pengembangan potensi diri, pencapaian prestasi akademik, serta penyiapan keterampilan kerja.
-
Perspektif Kesehatan Reproduksi (Puskesmas Mande): Tim medis dari Puskesmas Mande memaparkan secara mendalam mengenai risiko biologis dan psikologis dari pernikahan di usia dini. Remaja perempuan yang hamil di bawah usia 20 tahun memiliki risiko kesehatan yang lebih tinggi, baik bagi keselamatan ibu maupun bayi. Selain itu, organ reproduksi yang belum matang rentan terhadap berbagai komplikasi medis.
-
Perspektif Regulasi dan Agama (KUA Kecamatan Mande): Pemateri dari KUA Mande memberikan pencerahan mengenai batas minimal usia pernikahan menurut Undang-Undang Perkawinan yang berlaku, serta kesiapan mental, emosional, dan spiritual dalam membangun sebuah rumah tangga. Pernikahan bukan sekadar sah secara agama dan hukum, tetapi juga menuntut tanggung jawab besar yang memerlukan kematangan jiwa.
Membangun Kesadaran Melalui Dialog Interaktif
Sesi penyuluhan berlangsung interaktif dengan diselingi tanya jawab seputar kesehatan mental remaja, pergaulan sehat, serta cara menetapkan tujuan hidup yang terarah. Para siswa tampak aktif melontarkan pertanyaan seputar tantangan sosial yang sering mereka temui di lingkungan sekitar.
Dengan adanya kegiatan ini, SMK Dzakiyyun berharap para peserta didik dapat:
-
Memahami Risiko: Menyadari dampak buruk pernikahan dini terhadap masa depan pendidikan dan karier.
-
Menjaga Pergaulan: Membentengi diri dari pengaruh negatif pergaulan bebas.
-
Fokus pada Prestasi: Menyalurkan energi remaja pada kegiatan positif, baik di bidang akademik maupun pengembangan keahlian vokasi.
Penyuluhan terintegrasi ini ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama antara pihak sekolah, KUA, dan Puskesmas Mande untuk terus mengawal kesehatan serta masa depan generasi muda di Kecamatan Mande. Langkah preventif ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi siswa-siswi SMK Dzakiyyun untuk melangkah pasti menuju masa depan yang gemilang.





